Home » Rahasia Kaum Falasha by Mahardhika Zifana
Rahasia Kaum Falasha Mahardhika Zifana

Rahasia Kaum Falasha

Mahardhika Zifana

Published
ISBN :
Paperback
430 pages
Enter the sum

 About the Book 

Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of theMoreDalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.